Perayaan Maulud Nabi:Ribuan Orang Memadati Halaman Mesjid Agung Surakarta Berebut Gunungan

Masysarakat siap “ngrayah gunungan”. Foto : Bude)

Elsindonews,Surakarta Pelaksanaan Grebeg Sekaten rarathampir bersamaan diselenggarakan di bekas dinasty Mataram,Surakarta Hadiningrat dan Ngayogya Hadiningrat.Acara digelar selama sepekan telah berakhir dengan ditandai keluarnya gunungan Jaler dan Estri untuk kemudian diperebutkan di halaman mesjid Agung.Warga yang sudah sejak pagi menunggun dikeluarkan gunungan dari Keraton menuju mesjid Agung.Sepasang gunungan Jaler dan Estri diberangkatkan  dari Keraton Kasunanan Surakarta,mendapat kawalan prajurit Keraton menuju halaman mesjid.Begitu sesampainya di halaman mesjid selesai didoakan oleh penghulu keraton langsung diserbu pengunjung yang sudah terlebih dulu memadati area mesjid kagungan ndalem Kasunanan Surakarta.Pada Grebeg kali ini bertepatan tahun Dal 1951,dikeluarkan dua buah gunungan Jalet(laki-laki) berisi hasil bumi kacang panjang,lombok abang,gunungan Estri (wanita)berisi makana terbuat dari ketan(rengginan) dengan aneka warna.Gunungan dikirab dari Kemandungan melewati Sitihinggil masuk ke Pagelaran,kemudian melintas Alun-alun lor belok ke barat menuju halamsn mesjid.Grebeg Sekaten(Mulud-maulid) digelar tradisi Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada 12 Rabiulawal tahun gajah (Fil) atau 12 mulud dalam sistem penanggakan Jawa(Sultan Agungan).Salah seorang warga Sukoharjo Sukirman(56) harus rela berdesakan untuk mendapatkan 3 lonjor kacang panjang dan 2 biji lombok abang.Ia meyanfangkini kacang panjang dari rebutan gunungan tersebut dipercaya untuk campuran memasak akan terasa lebih enak.Lain halnya dengan Sudi Rahayu(45) warga mBerang Lor bersama teman-teman  datang lebih awal agar ikut memperebutkan uli-uli(rengginan) untuk digoreng setelah sampai di rumah.Dan diyakini untuk membuang sial. Marsiyo.