Peringatan Hadeging Kadipaten Puro Pakualaman Adakan Khitanan Bersama, Rizki Bangga Tidak Sakit

Yogya,Elsindonews,–Memperingati Hadeging Kadipaten  Puro Pakualaman ke 2016 menurut   tahun Jawa, Pura Pakualaman  kerja sama dengan Klinik Khusus Khitanan Paramedika, mengadakan khitanan bersama diikuti 60 anak di Bangsal Donoworo,Pakualaman, Yogyakarta, Ahad (6/2/2022).

Dalam sambutannya,BPH Kusumo Bimantoro, mengatakan dengan semangat Dharma Mulyarja sebagai salah satu  wujud peran  serta  Kadipaten Pakualaman pada bidang sosial  kesehatan yang berdampak  langsung  untuk kemaslahatan  masyarakat umum,  khususnya  masyarakat  sekitar Puro Pakualaman.

“ Kami berharap,   dengan diadakan khitan  bersama dapat   meringankan  beban  masyarakat  di masa pandemi  Covid-19 , dengan  tidak hanya berfokus  pada usia  produktif dan lansia, melainkan  pada anak usia dini. Khitan merupakan tindakan medis, yang wajib  dilakukan secara hukum  agama Islam bagi laki-laki dan   sangat bermanfaat bagi  kesehatan.” Ungkapnya.

Sedangkan, dalam sambutannya,Iin mewakili Klinik Khusus Khitanan  Paramedika, mengucapkan, Selamat  Hadeging Kadipaten  Puro Pakualaman ke 2016,yang dihadiri secara khusus Owner Klinik Khusus Khitanan Paramedika, Bandung  Dani  Sudradjat.

Menurutnya, Klinik Khusus  Khitanan Pramedika, tidak ada praktek bersama dan hanya melayani khusus khitan,karena kalau ada  dokter praktek  bersama dimungkinkan ada  virus, bakteri atau penyakit menular  lain itu  tidak dilakukan.

“ Jadi  betul betul steril,bersih dan nyaman, biasanya  anak yang dikhitan  takut,Insya Allah datang senang pulangpun senang dengan sehat. Baru beberapa menit sudah menyunat beberapa  anak  yang  masuk  ceria, keluarpun  ceria.” ujar I’In. Kitapun mengikuti  tuntutan jaman,  sekarang inginnya   praktis, cepat namun tetap professional.

“ Bagi kami anak kita anak sehat, jadi tidak kami campur dengan anak yang sakit.Kalau anak anak sakit  malah tidak boleh dikhitan, dan harus ditunda ,anak harus   sehat baru boleh dikhitan.” ujar Iin.

Ditambahkan, untuk  penamaan istilah khitan  bersama bukan khitan masal ,karena khitan masal  konotasinya ada kw obat-obatan dan  pelayan diberikan yang biasa,namun  di klinik Paramedika kita namakan bersama,  semua  SOP  obat-obatan,benang semua yang dipakai  sama, baik khitan bersama maupun khitan prabayar lebih 1 Juta.Klinik Khusus Khitanan Paramedika berpusat  di Bandung, Yogya merupakan  Cabang ke tiga, setelah sebelumnya Klinik  Khusus Khitanan  Paramedika Bekasi, Bogor, Krawang dan Cirebon.

Adalah Rizki,  siswa kelas  5 SD  Segoroyoso, Pleret Bantul, ditemui seusai  khitan, mengaku se nang dengan diadakan khitanan bersama.Ia diantar  kakeknya ke Puro Pakualaman untuk khitan bersama.

“ Setelah dikhitan saya dapat tas ransel,celana  khitan, sarung, buku,alat tulis, Biskuit dan uang saku,” ungkap Rizki bangga.

Dukungan  datang dari kedua orangtuanya, namun kesibukan  kedua orangtuanya tidak bisa mengantarkan, sehingga  digantikan  kakeknya, Nur  Wachid.Ditemani kakeknya, Nur Wachid (72)  dari rumahnya  Segoroyoso,Pleret ke  Pura  Pakualaman.

“ Cucu saya malah bangga  setelah  dikhitan di  Puro Pakualaman,dan saya  sangat  mendukung   cucu saya  disunat,makanya  cucu  saya antar ke sini (maksud PA),hukum khitan  bagi laki-laki adalah wajib,  dalam kitab secara tegas  khitan  atau sunat bagi laki-laki  adalah  sudah  merupakan kewajiban. “ tuturnya. Joek/Suarno.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*