Ikatan Perangkai Bunga Indonesia (IPBI) Luncurkan Buku “ Bunga Terakhir “

Buku Bunga Terakhir berisi foto foto karya perangkai bunga di Yogyakarta diluncurkan, diujung waktu pengabdian oleh Ibu Hervia Latuconsina Budi di Rumah Lavia, Pakem, Dusun Padukan, Pakembinangun, Sleman DIY.

Kondisi Pandemi Covid-19 tidak menyurutkan Seniman  Bunga  Yogyakarta yang tergabung   dalam wadah  Ikatan Perangkai  Bunga  Indonesia (IPBI) Yogyakarta terus berkiprah, dan berkreasi, bangkit  bahkan kondisi pandemi menjadikan sebagai  pijakan dan inspiratif terus berkarya.

Di rumah Lavia, Dusun Padukan,Pakembinangun  Kapanewon Pakem, Minggu, 28 Nov 2021, menjadi saksi  perjalanan  Ikatan Perangkai Bunga  Indonesia (IPBI) bangkit kembali setelah  hampir  14 tahun  IPBI mati suri.

” Saya  4 tahun sudah memimpin  IPBI di DIY   dan saya  hidupkan kembali,” ungkapnya disela sela acara.

Dikisahkan dalam perjalanan waktu, IPBI makin dikenal, tidak saja di DIY keikutsertaan Hervia Latuconsina Budi dalam berbagai event lomba  baik  tingkat nasional, maupun internasional.

Pengalaman yang tidak bisa dilupakan, ketika   tahun 1992 menjadi  juara  dalam Pesta  Olimpiade Bunga se Dunia diadakan 10 tahun sekali  di Floriade, Belanda.

Keikut sertaan dalam lomba tingkat dunia, dilakukan secara  mandiri, dengan  membawa apa yang dimiliki di Maluku,  kontainer dari kayu manis, bunganya anggrek bulan. Judul yang diambil dalam  lomba, Disais My  Country, karena  saking kecintaan pada NKRI, Saya cinta Indonesia.

Sepulang  dari mengikuti Pesta Olimpiade Bunga se Dunia, merasa tertantang untuk mengembangkan rangkaian khas Indonesia, yang selama orang lebih mengenal   Ikebana dari Jepang, rangkaian dari Korea.

” Generasi muda  belajar kemana mana sampai keluar negeri,  tapi yang dijual rangkaian Korea, atau Jepang, saya sedih ketika saya dipilih Ketua DPP DIY saya  berjanji ingin memajukan melati, janur, pandan,  karena ada nilai sakralnya,”ungkapnya.

Di masa pandemi, Ibu Hervia Latuconsina Budi bersama seniman bunga Yogyakarta mendokumentasikan karya karyanya dalam  buku “Bunga Terakhir” yang diluncurkan di ujung  waktu pengabdian sebagai Ketua DPD Ikatan Perangkai Bunga Indonesia (IPBI) Yogyakarta.

“BungaTerakhir” memuat  foto-foto rangkaian bunga khas Indonesia karya  seniman perangkai bunga Yogyakarta yang disuguhkan dengan  berbagai tema spesifik. Terdapat 31 desain bunga dalam buku ini dengan berbagai tema, diantaranya Kacar Kucur, Peti Antik, Tarian Clorot, The Power of Hoya,  Pramudyo Tedak Siten, Ice Cream New Year, Seni Dalam Kayu, Tropical Jungle, Topiari with Janur.

Dengan kehadiran buku ini diharapkan memberi manfaat inspirasi bagi berbagai pihak untuk mengembangkan kreativitas dalam bisnis merangkai bunga guna meningkatkan value added. Isan Riyanto

.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*