Festival Bregada Rakyat DIY Ajang Konsolidasi Warga Lintas Kalangan,Bregada Klana Cipta Wening Mendapat Apresiasi

Bregada Klana Cipta Wening dari Putat Gunungkidul

Yogya, Elsindonews,–Sebanyak  20 bregodo, tampil  dalam Festival Bregada Rakyat DIY Ke-8 yang  diadakan Sekber Keistimewaan DIY bersama Paguyuban Bregada Rakyat DIY didukung Dinas Kebudayaan DIY Kunda Kabudayan digelar 27-28  November 2021  di  Gedung Sasana Hinggil Dwi Abad, Alun alun  Selatan, Yogyakarta.

Festival Bregada Rakyat DIY memasuki penyelenggaraan tahun ke 8. Selama satu windu ini mampu memotivasi tumbuh berkembangnya seni keprajuritan berbasis kampung/kewilayahan di seantero DIY. Performancenya khas Jogja banget.

Festival tahun ini melombakan formasi musik(ungel-ungelan). Korps musik bregada terdiri  terompet, tambur, suling, pui-pui, ketipung dhodhog, kecer dan bende.Irama Gending, untuk mengiringi lampah rikat dan lampah  lacak.

Peserta  menampilkan  gending khas bregada rakyat,berbeda   dengan gending  Kasultanan dan Puro Pakualaman.Festival  Bregada Rakyat digelar secara taping muncul dua karya  gending bregada,yakni Sepur Kluthuk dan  Cublak Cublak Suweng.

Hari kedua Festival Bregada rakyat yang disiarkan secara live streming channel tasteofjogja disbuddiy, 20 kelompok bregada  di DIY yakni :  Winata Manggala, Saeko Kapti, Paksi Katon Bantul, Kyai Dongkel, Reksa Winango, Turonggo Sumber Arum, Dipo Satria, Sorowaja, Niti Manggala, Widya Permana, Sapta Raga, Pura Laya, Klana Cipta Wening, Singosaren, Bregada Umpak Arga, Wiro Sosro, Suryatmaja, Panca Manunggal, Condrosasi Wiratama, Kyai Ronggah.

Dewan juri, KPH  Notonegoro(KratonYogyakata),BPH Kusumo Bimantara (Puro Pakualaman) ), Memet Chairul Slamet (akademisi), Wawan Isnawan (jurnalis) dan Arsa Madangi Jagad (praktisi seni keprajuritan).

KPH. Notonegoro mengungkapkan, kualitas bregada rakyat DIY jauh meningkat dibanding tahun sebelumnya. Ia berharap bregada rakyat lebih berani mengeksplorasi gending-gending yang dapat memperkuat ciri khas bregada rakyat. Termasuk berani mengenakan busana keprajuritan yang mengangkat potensi  lokal daerahnya.

“Saya mengapresiasi Bregada Klana Cipta Wening dari Putat Gunungkidul yang mengenakan topeng klana yang merupakan potensi kerajinan desa mereka. Jika ini juga bisa diikuti bregada lainnya tentu keberadaan seni keprajuritan akan makin semarak,” ujar Penghageng Kawedanan Hageng Punakawan Kridho Mardowo Kraton Yogyakarta.

Tampil Penyaji Unggulan l Bregada Puro Loyo dari Imogiri Bantul, ll. Bregada Kyai Dongkel, lll Bregada Klana Cipta Wening dari Gunung Kidul. Sedangkan Penyaji Harapan l Bregada Dipo Satrio  Kota Yogyakarta, ll Bregada Widya Permana dari Gamping Sleman. Masing-masing memperoleh uang pembinaan  Rp 15 juta, 12,5 juta, 10 juta, 7,5 juta, dan 5 juta.  Krt.Krido/San

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*