Ramadhan di Masjid Baabul Jannah Tadarus Secara Virtual

Masjid Baabul Jannah menerapkan protokol kesehatan secara ketat , sebagai upaya mencegah penyebaran Covid-9

Masjid Baabul Jannah menerapkan protokol kesehatan secara ketat , sebagai upaya mencegah penyebaran Covid-9Sleman, Elsindonews,–Kesiapan  dan   persiapan selama  Ramadhan,   masjid  Baabul  Jannah, berjalan tak semulus  kegiatan sebelum pandemi covid-19, sejak dua tahun lalu  amat berbeda, kegiatan  yang melibatkan jamaah, terpaksa  harus  ditiadakan,namun tetap  semangat di  tengah penyebaran pencegahan Covid-19.

Langkah  ini , ditempuh  untuk mematuhi  ketentuan  pemerintah dan  menyelamatkan jamaah dari pencegahan penyebaran  covid-19.Tetap sehat, nyaman, aman  dalam  menjalankan ibadah kesehariannnya.

Untuk tidak mengurangi semangat dalam menjalankan ibadah, masjid Baabul Jannah letaknya tidak jauh dengan  RS tersebut, tetap menerapkan  protokol kesehatan.Penerapan dilakukan untuk mencegah  penularan  Covid-19, dengan penyemprotan setiap dua hari sekali.

“ Kami  tidak  bisa membatasi jamaah untuk solat, kami hanya mengatur  jarak, sehingga kita tetap sesuai protokol kesehataan.Kami  menempatkan jamaah dari luar,pendatang domisili  tetap di lantai atas, sedangkan  lantai bawah khusus   jamaah masjid dan sekitarnya.”ungkap Buntik pengurus harian.

Masjid yang dibangun terdiri lantai dua hampir  setiap saat  jamaah sampai membludag, namun kondisi  Covid,lantai dua  diperuntukan jamaah pendatang, sedangkan lantai bawah untuk  warga sekitarnya,kerabat yang dikenali, warga pendatang domisili tetap  di lantai  dua.

Fasilitas lain seperti  penyediaan tempat cuci tangan,sabun, handsanitizer, dan  melakukan penyemprotan sehari dua kali.

Pembatasan jamaah dengan jarak 1,5 meter, tidak  mengurangi kekhusyukan dalam menjalankan  salat, fasilitas lain panitia menyediakan masker bagi jamaah. Kegiatan  tahun ini  meniadakan kultum menjelang  Tarawih ,dan ceramah sesudah  Subuh.

TPA dibatasi satu sesion perhari 15 anak,sehingga dari jumlah anak TPA dibagi beberapa shif,satu hari maksimal  15 anak, diampu  oleh  3 ustad, sehingga satu anak, satu ustad dan bergilir, tidak seperti sebelum masa  pandemi, menyesuaikan aturan pemerintah. Takjil tetap ada hanya menyediakan  dalam bentuk kerdus, bungkusan untuk di bawa  pulang.

“ Penerimaan zakat, dilakukan lebih awal,  dua hari menjelang lebaran kita tutup, agar supaya  punya waktu penyaluran kepada yang berhak,terutama permintaan dari berbagai  daerah  seperti Kulon Progo, Sleman dan sekitarnya. Untuk pengambilan  dilakukan  diantar  dan diambil sendiri,” papar Buntik. Wan/S@n

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*