Kawasan Tugu Perkokoh Sumbu Filosofi Sebagai Kota Cagar Budaya Dunia

Wakil walikota Yogyakarta, Heroe Purwadi melakukan pemotongan buntal bunga menandai diresmikan Kawasan Tugu,setelah terlebih diresmikan secara virtual oleh Gubernur DIY Sri Sultan HB X

 

Yogya,Elsindonews,–Pembangunan kembali  Tugu Pal Putih,setelah Tugu Golong Gilig  runtuh  akibat gempa  1867 hanya ada pekerjaan perawatan dan penataan kawasan di sekelilingnya.Tahun 2015 miniatur  Golong Gilig dibangun sesuai  disain awal, sebagai jalan tengah  bagi masyarakat untuk memahami  perjalanan sejarah dan falsafah Tugu yang kini menjadi cagar budaya.

Jalan Jend.Sudirman yang dilengkapi beberapa fasilitas pendistrian

Tugu sebagai  kawasan strategis  untuk memperkuat  satuan ruang strategis sumbu filosofi,  untuk mempercantik di sekeliling Tugu Yogyakarta ditata kembali dengan pola sama  dengan  yang ada di Titik Nol Kilometer, Panggung Krapyak.

Hal tersebut  disampaikan  Gubernur DIY  Sultan Hamengku Buwono X, saat peresmian penataan kawasan  Tugu Pal Putih  secara virtual.(18/12)

Menurutnya, penataan kawasan  pendistrian jalan  Sudirman lebih memperkuat  Tugu sebagai landmark, termasuk  penataan  kawasan Alun-alun Utara, Malioboro dan Stasiun Tugu  diusulkan Yogyakarta kota  filosofi ke  Unesco.

Penataan kembali kawasan dengan  biaya Dana Keistimewaan DIY kawasan Tugu menghabiskan  Rp.9,5 miliar,pendestrian  jalan Sudirman  Rp.11,25 miliar dan KHA Dahlan Rp.7 miliar lantai 4 pasar Prawirotaman Rp.2 miliar.

Sementara  itu, Walikota Yogya Haryadi Suyuti dalam laporannya  secara  virtual, menyatakan penataan  simpang  Tugu menurunkan  kabel udara dengan membuat ducting untuk kabel listrik PLN, kabel fiber optic(FO). Untuk mengamankan Tugu sebagai cagar budaya, disekitarnya dipasang bolard yang mengitari Tugu.

Di pedestrian Jalan Sudirman ditata menurunkan kabel FO,taman dilengkapi fasilitas penyiraman  otomatis  berbasis android,kursi dan lampu. Sedangkan, wawali Yogyakarta,  Heroe Poerwadi berharap dengan dipercantik kawasanTugu,akan menambah ikon Yogyakarta sebagai  kota wisata budaya.Kedepan  terus berupaya melanjutkan penataan  pedestrian jalan Sudirman.

Sementara itu, Site Manager Ardinata Dwi Wahyu P ditemui seusai peresmian  menyatakan permohonon  maaf  kepada warga  Yogyakarta dan sekitarnya selama melakukan pekerjaan.

“Sekali  lagi  kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya jika  ada ketidak sempurnaan, kami pun siap memperbaiki jika memang  ada pekerjaan yang kurang, “ ungkap  Dwi  Wahyu didampingi Direktur Artadinata M Lutfi. Baginya  mengerjakan  kawasan budaya  Yogya,merupakan kebanggaan tersendiri, setelah cukup lama malang melintang di perbagai kota, akhirnya sebagai asli Yogya diberi kesempatan untuk memenangkan lelang dan  pengerjaan tepat waktu. Dyan/Sani

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*