PMI DIY Siapkan Hagglund Dalam Operasi Tanggap Darurat Bencana Erupsi Gunung Merapi

Untuk mendukung operasi tanggap darurat erupsi Merapi telah disiapkan satu unit Hagglund,kendaraan segala medan serta dua unit truk tangki.

Sleman, Elsindonews,–Ketua  PMI DI Yogyakarta GBPH. H. Prabukusumo, S.Psi bersama Ketua Penanggulangan Bencana PMI Pusat, Letjend TNI (Purn) Sumarsono melakukan kunjungan di Posko Utama Tanggap Darurat Bencana Erupsi Gunung Merapi di PMI Kapanewon Pakem, Barak Pengungsian Glagaharjo (11/11/2020). Dan penyerahan secara simbolis penanganan tanggap darurat erupsi Gunung Merapi kepada Bupati Sleman.

“Relawan adalah garda terdepan PMI, kami siagakan di Posko Utama PMI Pakem, Posko PMI Cangkringan, Posko PMI Turi. Ada 400 relawan PMI se-DIY siap dimobilisasi dalam tanggap darurat bencana Gunung Merapi. Kami mengirimkan 20.000 masker, empat sprayer, 48 pcs disinfektan wipol, 50 baby kit, 40 hygiene kit, selimut 200 pcs dan 4 dus buah pir. Sedangkan di Barak Pengungsian Glagaharjo kami memberikan makanan tambahan 5 dus buah pir serta 35 bingkisan untuk anak-anak”, tutur GBPH Prabukusumo.

Letjend TNI (Purn) Sumarsono, Ketua Bidang Penanggulangan Bencana PMI Pusat dihadapan peserta apel  kesiapan operasi Merapi ,mengungkapkan untuk operasi tanggap darurat erupsi Gunung Merapi telah menyiapkan satu unit hagglund, kendaraan segala medan serta dua unit truk tangki sesuai pengalaman erupsi tahun 2010, air bersih menjadi kebutuhan saat darurat.

“Operasi penanganan tanggap darurat erupsi Merapi, berbeda karena pandemi Covid-19, pesan Ketua Umum PMI  Jusuf Kalla, protokol kesehatan menjadi utama baik untuk relawan maupun masyarakat. Undang-Undang Kebencanaan dan Undang-Undang No. 1 Tahun 2018 tentang Kepalangmerahan tugas PMI membantu pemerintah,  bekerja bersama dengan berbagai sektor untuk melayani masyarakat”, jelas Letjend TNI (Purn) Sumarsono.

Hal serupa, diungkapkan Bupati Sleman, Sri Purnomo saat menerima kunjungan PMI untuk menyerahkan secara simbolis dukungan PMI dalam operasi tanggap darurat erupsi Gunung Merapi. “Tiga tugas PMI yakni penanganan Covid-19, operasi Merapi, donor darah serta tugas kedaruratan lain. Tugas yang luar biasa, berat namun menjadi ringan jika dilakukan bersama. Kesehatan harus menjadi yang utama, melaksanakan 3 M, baik relawan maupun pengungsi. Masyarakat di barak pengungsian harus dilindungi, relawan bertugas di barak tidak boleh keluar masuk. Relawan harus diseleksi dan dirapid untuk menjaga kesehatan masyarakat rentan yang saat ini ada di barak pengungsian”, jelas Sri Purnomo. Jiy/Isan

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*