Dispar Gunung Kidul Dan DPC PPJI Lakukan Sosialisasi SOP Protokol Kesehatan

Dispar Gunung Kidul dan DPC PPJI lakukan Sosialisasi SOP protokol Kesehatan

Gunung Kidul,Elsindonews,-Uji coba sosialisasi protokol kesehatan untuk jasa akomodasi dan jasa makanan  minuman diadakan setelah beberapa obyek destinasi  wisata  di  Gunung Kidul ditutup akibat   Covid-19, yang hingga kini belum diketahui sampai kapan  berakhirnya. Uji  coba dan sosialisasi dimaksudkan untuk upaya pencegahan penyebaran virus Covid-19.

Hal tersebut disampaikan  Perwakilan Dispar Gunung Kidul,  Eli  Martono, didepan anggota DPC  Perkumpulan  Penyelenggara  Jasaboga Indonesia (DPCPPJI) Gunung Kidul,dihadiri Eli Martono,Tito Karnavin, Nunuk Sumaryati  dan  DPC PPJI Gunung Kidul berlangsung  di Warung Makan Numani, Jalan Baron, Karangsari, Karangrejek, Gunungkidul. (26/6/2020)

Menurutnya, maksud diselenggarakan untuk persiapan dan kesiapan  menghadapi new normal  di tempat usaha  jasa. Menerapkan   SOP sesuai himbauan dari pemerintah, satuan Gugus Tugas tentang protokol kesehatan untuk covid-19 atau upaya pencegahannya. Melalui sosialisasi ini,diharapkan pelaku usaha jasa, akomodasi atau jasa penyedia makanan dan minuman mematuhi   SOP sesuai  protokol kesehatan.

Ditambahkan, Tito Karnavin dari Dinas Pariwisata, virus Covid-19 ini memiliki pelindung menyerupai lemak, lemak akan mudah larut  dengan sabun.Untuk membunuh  virus  cukup dengan handsenitezer. Jika bepergian sulit untuk mendapatkan sabun,menggunakan handsanitiser sudah cukup yang berfungsi juga untuk membunuh.

Sementara itu Ketua DPC PPJI Gunungkidul, Wanto Harusno, menyampaikan dari hasil pertemuannya  dengan Wakil Gugus  Tugas  penanganan  Covid-19, Biwara  Yuswantana yang diikuti Pemda  DIY, Pemkab / Pemkot se DIY, Forkopinda di Gedung Pracimasana, Kepatihan, Yogyakarta. Untuk status tanggap darurat di perpanjang 31 Juli 2020.Perpanjangan, dimaksudkan agar masyarakat lebih  disiplin dalam mematuhi protokol kesehatan.

“Mengenakan masker, cuci tangan sebelum dan sesudah melakukan aktivitas, jaga jarak aman, harus di lakukan secara ketat, karena kita tahu membuka  aktifitas harus dibarengi upaya protokol kesehatan, kita akui kebijakan ini sangat berdampak ekonomi yang sangat besar untuk kedepanya,” tuturnya.

Acara  diakhiri  tanya jawab antara pelaku usaha dengan  Dispar,untuk memperjelas  aturan  dan tata tertib  bagi pengunjung ataupun penerima pengunjung  di tempat usaha  dan destinasi  wisata. Krt Krido/Isan R

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*