PP Muhammadiyah: Salat Idul Adha Dilakukan Di rumah, Bersedekah Uang Daripada Menyembelih    Hewan Qurban

PP Muhammadiyah keluarkan Maklumat Tuntunan Ibadah dan Protokol Ibadah Kurban di masa Pandemi Covid-19 di Kantor PP Muhammadiyah,Yogyakarta.

Yogyakarta,Elsindonews,-Untuk memberikan tuntunan dalam menjalankan ibadah di tengah mewabahnya penyebaran pandemic  Covid-19 PP  Muhammadiyah mengeluarkan  Maklumat tuntunan ibadah puasa Arafah,Idul Adha, Kurban dan protokol  Ibadah Kurban, menetapkan  Hari Raya Idul  Adha 1441 H jatuh pada  Jumat 31 Juli 2020 ( 10 Zulhijah 1441 H).

Hal tersebut disampaikan Sekretaris PP Muhammadiyah Dr. H Agung Danarto,M.Ag  dalam Konferensi Pers terkait tuntunan salat  Idul Adha  di tengah  Pandemi Covid -19,   narasumber,Prof.Dr.H Syamsul Anwar,M.A,dr.Agus Taufiqurrahman(Ketua PP Muhammadiyah),Agus  Syamsudin (Ketua MCCC)di  Kantor PP  Muhammadiyah  Jl. Cik Diro 23  Yogyakarta.(Rabu 24/6/2020).

Menurutnya, Salat Idul  Adha dapat dilakukan di rumah  bersama anggota keluarga dengan cara yang  sama seperti  salat Id di lapangan. Bagi yang  berada di daerah   aman/tidak terdampak (zona hijau), salat Idhul Adha  dapat dilakukan  di lapangan  kecil atau  tempat/ruang terbuka  di sekitar tempat  tinggal dengan tetap memperhatikan  protokol kesehatan.

Diakui, pandemi Covid-19 menimbulkan masalah sosial  ekonomi dan meningkatnya  jumlah  kaum dhuafa, karena itu sangat  disarankan  agar umat Islam  yang mampu  untuk  bersedekah uang  daripada  menyembelih  hewan Qurban.Bagi mereka yang mampu  dapat membantu  penanggulangan dampak ekonomi Covid-19  sekaligus  berqurban. Membantu  dhuafa maupun  berkurban  keduanya  mendapatkan pahala  di sisi  Allah SWT,  berdasarkan  dalil memberi sesuatu  yang lebih  besar  manfaatnya  untuk  kemaslahatan umat lebih diutamakan.

“ Di tengah  kondisi pandemi Covid-19 yang belum tahu kapan  berakhir. PP Muhammadiyah menganggap penting untuk memberikan panduan kepada warga Muhammadiyah khususnya, dan  umat Islam,” ungkap.

Ada beberapa alternative, bila  ada yang berqurban, qurban  sebaiknya dikonversi  berupa dana dan disalurkan  melalui Lazismu, untuk didistribusikan di daerah tertinggal, terpencil, terluar, atau  diolah  menjadi kornet.Penyembelihan hewan kurban  dilakukan di RPH oleh  tenaga profesional.

Jumlah  hewan  yang disembelih  diluar RPH hendakya dibatasi  untuk menghindari  kemubaziran dan distribusi yang merata. Mengurangi kerumunan masa dan  pemenuhan  protokol  kesehatan,hewan korban sebaiknya disembelih  di rumah  oleh tenaga  profesional atau disembelih  oleh  sahibul qurban.Pembagian daging diantar  panitia ke rumah masing masing penerima.

Sementara itu,banyaknya Orang Tanpa Gejala (OTG) untuk memutus rantai penyebaran  Covid-19 Prof Dr KH Syamsul Anwar menggatakan,  dalam menjalankan salat Id berjamaah hendaknya  dilakukan dalam jumlah terbatas.” Mencegah dan memutus mata rantai penyebar Virus Corona jauh lebih utama jika dibandingkan pelaksanaan salat Idul Adha yang tergolong ibadah sunnah muakadah bagi umat Islam.” tegasnya.  Krt Krido/Isan R

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*