Petani Antusias Lakukan Gropyokan Tikus  Berhasil Tangkap 106 Ekor

Sleman,Elsindonews,-Kecamatan Godean merupakan salah satu wilayah Kostratani di DIY yang mengalami serangan hama tikus sawah cukup tinggi di sepanjang tahun.Untuk  menyelamatkan  dari serangan  tikus. BPTP Balitbangtan bersama Dinas Pertanian Sleman,melakukan  gropyokan menggunakan  teknologi Pengendalian Hama Tikus Terpadu (PHTT), sejak awal Maret di Desa Sidoluhur, Godean, Sleman (15/3/2020)

Dalam PHTT tersebut,sebagaimana diungkapkan Kepala BPTP Litbang Yogyakarta Dr. Soeharsono, S.Pt.,M.Si mengatakan kekompakan kelompok tani untuk bertanam padi secara serempak dalam luasan 50-100 ha merupakan kunci utama. Kekompakan ini tercipta dengan adanya peran aktif Lurah dan pamong desa lainnya dalam memberikan komando kepada petani.

Menurutnya, selain tanam padi secara serempak dalam kawasan 50-100 ha, menekan populasi tikus saat persiapan olah tanah dan persiapan penyemaian merupakan salah satu kunci sukses PHTT. Membunuh 1 ekor tikus betina samadengan mencegah kelahiran 50-80 ekor tikus selama satu musim tanam padi ke depan. Selama berlangsungnya  gropyokan berhasil ditangkap 106 ekor tikus yang variasi umurnya sangat beragam, mulai dari tikus bayi (berat 2-5 gram),  tikus kecil (berat 50 gram), tikus dewasa betina dan atau bunting (berat 180-220 gram), serta tikus dewasa jantan (berat 200-250 gram).

“Kebersamaan antara petani, pamong desa, penyuluh daerah, POPT, kepala UPTD BP4 Godean Gamping, peneliti, didukung oleh hadirnya kepala BPTP Yogyakarta, menjadikan kegiatan Gropyokan tikus sawah pagi ini penuh semangat.” Ungkapnya.

Sementara itu, dari diskusi seusai gropyokan, bersama kelompok tani, pamong desa, serta penyuluh, akan dilaksanakan semai serempak mulai tanggal 5 April 2020. Petani juga antusias melakukan pemasangan tanaman perangkap (Trap Barrier Systems) yang ditanam 3 minggu lebih awal,  diharapkan mampu mengendalikan populasi tikus sawah selama musim tanam padi ke depan.*Arl/Isan R

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*