Sosialisasi dan Promosi Keselamatan Perkeretaapian : Titik Rawan Kemacetan

Ir.Zamrides,M.Si Direktur Keselamatan Perkeretaapian,Kementerian Perhubungan memberikan kenang-kenangan kepada narasumber dalam Sosialisasi dan Promosi Keselamatan Perkeretaapian

Yogyakarta,Elsindonews,– Banyak  masyarakat yang menerobos  lintasan kereta api yang bisa membahayakan  jiwa manusia.Kurangnya tingkat kesabaran untuk menunggu kereta api lewat bisa berakibat  fatal. Direktur  Keselamatan Perkeretaapian, Ir.Zamrides, mengemukaan  hal tersebut  disela-sela Sosialisasi dan Promosi Keselamatan Perkertaapian yang diikuti perwakilan pelajar,mahasiswa se DIY di  Hotel  New Saphir,  Yogyakarta.(2/10/2019).

Menurutnya, perlintasan  sebidang  merupakan  salah satu titik  rawan kemacetan,  karena tingginya frequensi perjalanan  Kereta Api, hingga menyebabkan   waktu tunggu  pengguna  jalan  semakin lama.Kereta Api  tidak mampu melakukan  pengereman secara tiba-tiba dalam jarak  pendek.  KA dengan  kecepatan 100 Km /jam  membutuhkan  jarak  pengereman 800 meter untuk berhenti.Karena dipengaruhi  daya gesek  roda  KA dan Rel KA yang terbuat dari  besi baja.

Data Kementerian Perhubungan Perlintasan  Kereta Api  di Indonesia, total  mencapai 5.238, dengan rincian: perlintasan  KA di Jawa 4.038, Sumatera 1.200 ,perlintasan  resmi    dijaga 1.238,  resmi tidak dijaga ; 2.046. Perlintasan  tidak resmi atau perlintasan  liar 1.570,Underpass 160, Flyover 224. Dengan total perlintasan resmi(berijin) yang dijaga 1.238. Masih ada 2.046 perlintasan yang resmi namun  belum  ada penjaganya. “Angka kecelakaan  dipintu perlintasan kereta api, dalam seminggu  2-3 kejadian.  Kita perlu  lebih aktif untuk mengurangi  tingkat  kecelakaan  diperlintasan,” ungkapnya.

Selain itu, Zamrides mengungkapkan,banyaknya pelanggaran yang dilakukan masyarakat,membangun perlintasan tanpa  ijin/liar berdasarkan pasal 201 UU Nomor  23/2007 tentang perkertaapian,dipidana  3 tahun atau dipidana penjara Rp. 1 miliyar.Menerobos palang pintu,berdasarkan pasal 296 UU.22 Tahun  2009  tentang  lalu lintas dan angkutan jalan,dipidana kurungan 3 bulan atau denda  Rp. 750.000.000,-

“Perlintasan sebidang   merupakan  titik rawan kecelakaan lalu lintas,  maka perlu  kehati-hatian,taatilah  rambu-rambu ,tengok ke kanan atau kiri sebelum  memasuki  perlintasan sebidang.,”ungkapnya. Aniek  SW / Isan R

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*