AKS AKK  Launching Pendidikan Profesi Chef ACA

 

Direktur AKS-AKK Dra. Prihatin Saraswati,MA
bersama Presiden ICA ,instruktur dalam launching pendidikan profesi chef.(foto:isan r)

Yogyakarta, Elsindonews,-Pendidikan pelatihan program profesi chef pendidikan ditempuh  1 tahun,yang mata kuliahnya masak-memasak, oriental, koninental, Food &Beverage Service skill, Menu Management &  Food Coasing , metode  pengolahan  Pastry, EO F & B,Publik speking, On The Job Training, dengan perbandingan teori  20 persen 80 persen  praktek.

Hal tersebut  disampaikan Direktur AKS –AKK  Dra. Prihatin Saraswati,MA  disela-sela  launching  Pendidikan pelatihan  Profesi Chef AKK Culinary Art (ACC) di Kampus  AKS “AKK” Jalan Nitikan  69 Yogyakarta,Rabu(12/12/2018)

Menurutnya, tahap awal akan menerima  30 -40 mahasiswa yang disesuaikan dengan kapasitas peralatan di laboratorium.Peserta masyarakat umum helper di hotel yang belum mendapat status chep,kedua  mahasiswa AKS-AKK yang sudah menempuh semester 5 dan 6   boleh mengambil peminatan chef. Mahasiswa Diploma 3 mendapat 2, yakni D3 AKS-AKK dan   sertifikat BNSP.

Launching dimeriahkan dengan  peragaan busana oleh mahasiswa Tata Busana, make up  ditangani Prodi  Tata Rias, serta  berbagai  stand kuliner dan  stand sponsor Tepung Terigu Bungasari.Berangkat dari dukungan dan  banyaknya masukan, AKS-AKK menjawab tantangan dengan  membuka program pendidikan profesi Chef ACA yang ditempuh dalam satu tahun,    6 bulan teori praktek di kelas dan 6  bulan On The Job Training industri.

Ditambahkan, tenaga pengajar selain dari  Tata Boga AKS AKK, instruktur  Presiden ICA,Ketua IFBEC,Ketua  APJI, praktek  kuliner. ACA memiliki keunggulan di bawah  supervisi Presiden ICA, Chef-chef  berpengalaman, metode pembelajaran  hands and  coking, dan  kurikulum  mengacu  KKNI dan kebutuhan Dunia Usaha  dan Dunia Industri (DUDI).

Pendidikan  profesi chef  memiliki visi dan misi menciptakan pendidikan dan pelatihan  di bidang kuliner dengan didukung    tenaga pengajar handal dan  professional. Menghasilkan  SDM profesional  dengan mengembangkan  teknik. Menetapkan  hasil  pelatihan  sesuai standar kompetensi yang dibutuhkan  dunia  usaha  menjunjung    etika  bisnis. Menghasilkan  lulusan  yang memiliki jiwa  wirausaha berwawasan  internasional.  aniek sri wahyani/isan riyanto

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *