Peringatan Hari Kesaktian Pancasila : Tingkatkan Kewaspadaan Nasional

Peninjauan lokasi tempat ditemukan 2 pahlawan.(foto :isan r)

ElsindoNews,Sleman- Peringatan  Hari Kesaktian Pancasila   2017 tingkat Propinsi dipusatkn  di Monumen  Pancasila sakti,  Kentunga,  Depok, Sleman (Yonif 403). Bertindak sebagai  inspektur  upacara  Gubernur  DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X yang diikuti  unsur  TNI AD,  AU,AL dan Kepolisian, Satpol PP, pemuda, pelajar, mahasiswa,Karang Taruna,Pramuka. Selaku komandan  upacara  Letkol  Penerbang  Adam  H  yang sehari-hari bertugas  sebagai Danflight B Skadik  104 Wingdik Lanud Adisutjipto, Yogyakarta. Rangkaian  upacara didahului  dengan pembacaan teks Pancasila  oleh Gubernur DIY, UUD 1945 dibacakan pelajar .Seusai upacara  dilanjutkan  peninjauan  keliling   ke lobang buaya dimana  kedua pahlawan  revolusi  Kolonel  (Inf) Katamso yang saat itu menjabat sebagai  Danrem 072/Pmks dan Letkol (Inf) Soegiyono (Kepala Staf), ditemukan  pertama  kali dalam keadaan  sudah tak bernyawa  dan seluruh tubuh dalam  keadaan rusak  sulit  dikenali.Kemudian dilanjutkan  ke museum  yang menyimpan benda peninggalan dua pahlawan diantara pakaian dan  foto-foto saat ditemukan.“  Tragedi  yang penuh  kebiadaban ini  jangan terulang lagi, fakta  jelas  tragedi  sangat  memilukan dan menyakitkan,” ungkap Sultan saat ditemui  seusai  peringatan  Hari Kesaktian Pancasila.(1/10)

Cucu pahlawan nasional di depan foto kakeknya (foto:isan r)
Penyiksaan terhadap pahlawan  di dinding monumen.

Peringatan serupa  juga diadakan  di lingkungan Pemkab Sleman  sebagai  Inspektur upacara Drs. Sri Purnomo yang diikuti  seluruh jajaran TNI Polri,Satpol PP,  FKPPI, Karang Taruna, Pramuka, Pemuda,Pelajar dan mahasiswa dan perangkat desa.Di sisi lain Ganis Priono putra  Letkol  Soegiyono, menyatakan  ,merasa   terharu satu tragedi yang membuat  luka  yang begitu  menyakitkan .”Akibat  orangtua  saya jadi korban  kekejaman PKI,  dengan peringatan Kesaktian  Pancasila dapat memetik hikmah dari sejarah kelam bangsa Indonesia,kita harus tetap waspada,”  tuturnya. Tak jauh berbeda  dengan Bagus Haryo  Wibisono dan Ayu Katamso cucu  pertama putra  almarhum Kolonel (Inf)  Katamso menuturkan,  dengan diselenggarakan  peringatan  Hari Kesaktian  yang diperingati setiap tahun, mengingatkan dan meningkatkan  kewaspadaan akan bahaya,  kami keluarga besar pahlawan sangat setuju dengan   makin seringnya diputarkan  film Pengkhianatan G30S/PKI,  kami keluarga  besar pahlawan sangat  mendukung  Panglima yang  memutar film Pengkhianatan G30S/PKI. “ungkap Ayu Katamso yang didampingi  Bagus Haryo Wibisono.isan riyanto

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*